Disnakertrans Kukar Dorong Warga Jadi Pemilik Usaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja
Kategory
Advertorial,
Diskominfo Kutai Kartanegara,
06-10-2026 21:58:00
Kepala Disnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, saat menjelaskan program pengembangan wirausaha mandiri bagi masyarakat melalui pelatihan, bantuan sarana usaha, dan pendampingan.
DUTANARASI.COM– Upaya memperluas kesempatan kerja di Kutai Kartanegara (Kukar) tak hanya diarahkan pada sektor formal. Pemerintah daerah mulai memperkuat jalur kewirausahaan dengan membekali masyarakat keterampilan sekaligus sarana untuk membuka usaha secara mandiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut menyasar masyarakat lokal yang memiliki minat untuk menjadi wirausaha.
Menurutnya, peserta tidak hanya diberikan pelatihan, tetapi juga dibekali sarana usaha sesuai bidang yang ditekuni. Pelatihan berlangsung selama lima hari sebelum peserta menerima bantuan peralatan untuk menunjang usaha.
“Fokus utama kami saat ini adalah menciptakan wirausaha mandiri,” ucapnya, Selasa (6/10/2026).
Program tersebut telah menyentuh sejumlah kelompok binaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).
Di Muara Wis, peserta diarahkan pada bidang perbengkelan sepeda motor. Sementara di Sembamban, pelatihan difokuskan pada keterampilan pertukangan mebel.
Setelah dua wilayah tersebut, program akan diperluas ke Kecamatan Loa Kulu, Sebulu, hingga Tenggarong.
Dendy menjelaskan, pemberian pelatihan dan sarana usaha bukan menjadi akhir dari program. Disnaker Kukar akan melakukan monitoring dan evaluasi pada bulan ketiga atau keempat untuk melihat sejauh mana usaha yang dibangun peserta dapat berjalan.
“Program ini harus dikawal agar tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga memberikan dampak yang nyata,” ujarnya.
Menurutnya, tahap monitoring juga menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan peserta setelah memulai usaha.
Jika terdapat kelompok yang mengalami kendala permodalan, mereka akan diarahkan ke program lanjutan, termasuk melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Dengan pola tersebut, bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan awal, tetapi berkembang menjadi usaha yang mampu bertahan dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.
Dendy menegaskan, peserta program merupakan tenaga kerja lokal, yakni masyarakat setempat yang memiliki ketertarikan dan kemauan untuk membangun usaha sendiri.
Pendekatan ini sekaligus melengkapi intervensi pemerintah pada sektor formal. Sebelumnya, melalui program Joper, sebanyak 305 peserta diarahkan untuk masuk ke dunia kerja formal sebagai tenaga kerja atau karyawan.
“Kalau sebelumnya kita menyiapkan employer atau karyawan, kalau ini kita menyiapkan owner, pemilik usaha mandiri,” jelasnya.
Bagi Disnaker Kukar, pergeseran pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat. Tidak semua pencari kerja harus berakhir sebagai karyawan.
Sebagian dapat didorong menjadi pelaku usaha yang tumbuh dari keterampilan dan potensi yang dimiliki.
Dengan pembekalan, peralatan, pendampingan, serta akses terhadap program permodalan, masyarakat diharapkan memiliki pijakan yang lebih kuat untuk membangun usaha secara berkelanjutan. (ADV)
Tags:
Kutai Kartanegara
Kategory terkait
Simpang Odah Etam Buka Panggung Gratis bagi Pelaku Kreatif Kukar
7 hours ago
Antusias Muda Mudi, Seleksi Pramuka Garuda Kukar Diseleksi Secara Bertahap
6 hours ago
Bupati Kukar Apresiasi GAMKI, Gerakan Pemuda yang Hadirkan Manfaat Tanpa Sekat
1 day ago
Tak Cuma Berebut Juara, PORSENI GAMKI Kukar Bawa Misi Kolaborasi Olahraga
1 day ago
Sewa Tenant Arbiz Space Mulai Rp750 Ribu, UMKM Kukar Punya Ruang Tumbuh
1 day ago
MPP Mini Hadir di 20 Kecamatan, Warga Kukar Bisa Urus Layanan Lebih Dekat
09-10-2026 20:49:00
Login dengan Facebook
Login dengan Google