Noviari Noor Tekankan Disiplin dan Kompetensi ASN

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


SANGATTA Apel pagi bukan sekadar rutinitas seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan juga merupakan bentuk tanggung jawab yang melekat pada statusnya. Kehadiran pada apel pagi harus menjadi kedisiplinan yang disadari, dan ASN harus malu apabila melanggarnya. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Noviari Noor saat memimpin apel pagi di halaman kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim.

Apel merupakan bagian tugas dari ASN, ini merupakan salah satu budaya malu yang kita terapkan. Kalau tidak disiplin pasti malu, ujarnya di hadapan Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi beserta seluruh kepala bidang, jabatan fungsional tertentu (JFT), dan staf. Selain menekankan pentingnya kedisiplinan apel pagi, Noviari Noor juga menjelaskan sepuluh prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Noviari menegaskan kesepuluh prinsip tata kelola pemerintahan yang baik harus benar-benar dicermati oleh ASN. Menurutnya, prinsip itu bukan sekadar bacaan formal, melainkan panduan dalam membentuk karakter ASN yang profesional. Memahami tugas dan bidang kerja bagi ASN, mulai dari kepala bidang hingga staf, adalah bagian dari kompetensi ASN selain integritas.

Semua ASN harus meningkatkan kompetensi, ASN harus mengerti apa yang dikerja dan dikerjakannya. Harus paham, sesuai bidang dan jabatannya. Mulai dari kabid, JFT hingga staf harus bisa berjenjang dalam bekerja, pesannya.

Ia juga mengingatkan peran atasan dalam menafsirkan tugas dan program agar setiap instruksi berjalan efektif. Menurutnya, hal ini penting dalam menyiapkan regenerasi, mengingat adanya pergantian generasi ketika ASN senior memasuki masa pensiun. Jadi bagian dari tugas sejatinya sebagai ASN sesuai koridor aturan yang ditaati dan tidak boleh keluar, harus on the track, tutupnya.

Noviari mendorong seluruh ASN mengikuti uji kompetensi sebagai jalan pengembangan karier. Ia menutup arahannya dengan penekanan agar ASN senantiasa bekerja dalam koridor aturan yang berlaku. (ADV/ProkopimKutim/DN)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial