Pelantar Wisata di Muara Kaman Ulu Jadi Penggerak Ekonomi dan UMKM Lokal

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM - Upaya pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam membangun pelantar wisata di tepian Sungai Matang tidak hanya bertujuan menciptakan ruang publik baru, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap melalui Dana Desa (DD) agar proyek dapat berlanjut secara berkesinambungan. Prinsipnya dikerjakan terus, meskipun sedikit demi sedikit.

Jadi berkelanjutan, tidak sekaligus selesai, ujarnya, Senin (06/10/2025). Pelantar ini dirancang dengan konsep wisata alam berkarakter lokal, mengadaptasi desain Taman Tanjung Tenggarong namun dengan ciri khas Sungai Mahakam. Material kayu ulin dipilih karena kuat dan tahan lama, sekaligus mencerminkan budaya Kalimantan.

Modelnya seperti di Timbau, Taman Tanjung, tapi kita pakai ulin, jelasnya. Selain menjadi daya tarik wisata, kawasan ini juga disiapkan sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat. Pemerintah desa menyiapkan konsep UMKM, kuliner, hingga spot foto agar pelantar mampu menjadi ruang interaksi ekonomi dan sosial.

Kalau sudah jadi, kios UMKM bisa kita siapkan. Ini bukan sekadar tempat wisata, tapi wadah perputaran ekonomi warga, tegas Hendra. Pembangunan pelantar wisata diperkirakan menelan biaya hingga Rp23 miliar, sementara Dana Desa setiap tahun masih terbatas pada kisaran Rp75 juta hingga Rp100 juta.

Untuk mempercepat realisasi, pemerintah desa akan menggandeng perusahaan sekitar melalui program CSR sebagai mitra pendukung. Lokasi pelantar yang menghadap barat Sungai Matang memiliki pemandangan alami menawan, terutama saat matahari terbit. Keindahan ini dinilai mampu menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.

Pemandangannya bagus sekali. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi daya tarik utama, ujarnya. Hendra menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar menghadirkan wisata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Ia berharap keterlibatan masyarakat dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya terasa langsung. Pemerintah desa menargetkan pembangunan berlanjut dengan tambahan dana minimal Rp100 juta pada tahun 2026, serta berharap dukungan dari sektor swasta. Sedikit demi sedikit kita bangun, yang penting konsisten.

Mudah-mudahan tahun depan dapat tambahan anggaran dan dukungan CSR, pungkasnya. (Adv/kh)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial