Ponoragan Hadirkan Perpustakaan Cerdas, Integrasikan Literasi Digital dan Layanan Publik

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM Pemerintah Desa (Pemdes) Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, terus berupaya menumbuhkan budaya literasi warganya. Terobosan terbaru yang dilakukan adalah menghadirkan Perpustakaan Cerdas, pusat literasi digital yang tak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga difungsikan sebagai ruang pelayanan masyarakat dan kegiatan sosial. Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menyebut perpustakaan ini sebagai ruang hidup yang multifungsi.

Perpustakaan itu tidak hanya digunakan untuk membaca, tapi kadang dipakai juga untuk pemeriksaan kesehatan lansia dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya, ujarnya, saat diwawancara via telepon, pada Jumat (26/9/2025). Perpustakaan yang dirancang inklusif ini menyediakan koleksi buku fisik dan referensi digital yang bisa diakses oleh seluruh kalangan, warga dapat menemukan beragam informasi praktis yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari materi pertanian, perikanan, hingga pengembangan usaha kecil, semua materi dapat dipelajari langsung melalui perangkat digital yang tersedia di lokasi. Di sini sudah lengkap buku tentang perikanan, usaha kecil, hingga pertanian.

Tinggal dimanfaatkan saja, kata Sarmin. Ia berharap fasilitas ini bisa menumbuhkan keterampilan baru dan membangkitkan minat baca warga desa. Selain membangun perpustakaan, Pemdes Ponoragan juga tengah merancang gedung arsip khusus untuk menata dokumen penting agar terjaga dengan baik.

Kalau ada anggaran, kami ingin bangun gedung khusus arsip supaya surat-surat desa tidak rusak atau hilang, jelasnya. Menurut Sarmin, kerapian pengelolaan arsip menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat pelayanan publik. Namun, Sarmin tak menampik tantangan yang dihadapi: minat baca warga masih rendah.

Kadang perpustakaan ini masih dipandang sebelah mata. Padahal manfaatnya besar, baik untuk pendidikan maupun pelayanan publik, pungkasnya. (adv/Iam)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial

dikominfo