Proyek SPAM Indominco Siap Wujudkan Layanan Air Bersih Lintas Wilayah

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


SANGATTA - Air bersih yang berkualitas baik dan terjangkau merupakan kemewahan bagi sebagian warga di Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim). Desa-desa seperti Suka Rahmat, Suka Damai, Danau Redan, Martadinata, Teluk Pandan, hingga Kandolo selama ini mengonsumsi air sumur dangkal dan suplai air dari perusahaan swasta yang mahal. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Indominco menjadi solusi untuk memastikan akses atas air yang terjangkau, murah, dan tetap berkualitas.

SPAM Regional Indominco menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan bahwa air, sebagai sumber kehidupan, benar-benar hadir di setiap rumah tangga. Pemkab Kutim melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) telah menyiapkan rencana pembangunan offtaker dan jaringan pipa distribusi senilai Rp25 miliar pada 2025, setelah dilakukan review Detail Engineering Design (DED). Melalui Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, juga dialokasikan Rp3,4 miliar khusus untuk pemasangan pipa tersier di Dusun Sidrap, Desa Martadinata.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menegaskan peran strategis perusahaan daerah ini dalam mendukung program besar penyediaan air bersih. Kami mendukung penuh penyelenggaraan SPAM Regional Sistem Void Indominco. Proyek ini menjadi langkah penting untuk menjamin akses air bersih yang berkelanjutan, ujarnya.

Proyek SPAM Regional Indominco disiapkan menjadi tulang punggung layanan air bersih lintas wilayah. Pendanaan proyek ini melibatkan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PT Indominco Mandiri (IMM), Pemkab Kutim, serta Pemkot Bontang. Dalam target jangka menengah, seluruh infrastruktur SPAM Regional beroperasi penuh mulai 2026 hingga 2028.

Ditargetkan akan terbangun 4.000 sambungan rumah tangga yang tersebar di enam desa, yaitu Suka Rahmat, Suka Damai, Danau Redan, Martadinata (Dusun Sidrap), Teluk Pandan, dan Kandolo. Bagi masyarakat Teluk Pandan, proyek ini mengurangi ketergantungan pada air hujan dan sumur yang keruh, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi warga. Bagi anak-anak sekolah, ketersediaan air bersih berarti lingkungan belajar yang lebih sehat.

Sementara bagi keluarga petani dan nelayan, akses air membuka peluang produktivitas yang lebih baik. (ADV/ProkopimKutim/DN)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial