Reklamasi Berkelanjutan: Dari Tambang ke Telaga Biru
Kategory
Advertorial,
02-11-2025 00:00:12
SANGATTA Tanah bekas eksplorasi tambang sering diidentikkan sebagai area terbengkalai, tidak terurus, dan sulit dimanfaatkan kembali. Anggapan tersebut terbukti salah melalui kolaborasi antara PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Sangatta, yang diwujudkan dalam pemanfaatan area bekas tambang menjadi kolam keramba di Desa Swarga Bara. Keramba yang ditebar bibit nila dan lele sebanyak 13 ribu ekor ini menunjukkan kecerdikan dalam memanfaatkan area bekas tambang menjadi lumbung pangan.
Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Dengan mengolah kembali lahan yang dulu dieksploitasi, kini kita memberi kembali kepada alam dan masyarakat, tutur Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro. Area reklamasi yang bernama Telaga Biru ini airnya tenang, kolamnya bersih, dan menjadi rumah baru bagi ribuan ikan.
Dalam acara tersebut, kelompok tani dan masyarakat hadir, menyaksikan, serta belajar langsung bagaimana sebuah lahan pascatambang dapat bertransformasi menjadi kolam produktif. Superintendent Conservation and Agribusiness Development (CAD) KPC, Nugroho Dewanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program reklamasi pascatambang yang berbasis pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat. KPC, kata Nugroho, tidak hanya berhenti pada reklamasi teknis, tetapi lebih jauh membuka ruang hidup baru melalui konsep ekonomi hijau.
Penebaran benih ikan ini adalah bukti bahwa bekas tambang bisa menjadi sentra agribisnis perikanan yang produktif. Kami berkomitmen mendukung pengelolaan yang inklusif dan menyentuh masyarakat sekitar secara langsung, ujar Nugroho. Telaga Biru menjadi percontohan bagaimana area bekas tambang dapat ditransformasi menjadi pendukung kehidupan berupa pangan.
Proyek kolaborasi ini juga memberikan optimisme kepada masyarakat mengenai potensi-potensi yang tersedia dari area bekas eksplorasi tambang. Ketua DPRD Kutim Jimmi menyempatkan diri menyebutkan satu pesan kuat, bahwa lahan bekas tambang tidak harus menjadi cerita usang, tapi bisa dihidupkan kembali menjadi sumber kehidupan. Jimmi menegaskan, kolaborasi antara TNI, korporasi, dan pemerintah daerah secara nyata bersinergi menjawab tantangan krisis pangan.
(ADV/ProkopimKutim/DN)
Tags:
Advertorial
Kategory terkait
Dispusip Kutim Gelar FGD Anjab dan ABK untuk Perkuat Jabatan Arsiparis
23-11-2025 00:00:11
Festival Pemuda Kreatif 2025 Gerakkan Ekonomi UMKM Kutai Timur
23-11-2025 00:00:12
KPC Borong Penghargaan pada Ajang Gebyar dan Reward Pajak Daerah Kutim
23-11-2025 00:00:12
Sudirman Latif: Arsiparis Penjaga Memori dan Akuntabilitas Pemerintahan
23-11-2025 00:00:12
Warga Padati Penutupan Festival Pemuda Kreatif 2025 di Bukit Pelangi
23-11-2025 00:00:12
Bupati Tegaskan Pentingnya Arsip sebagai Pilar Good Governance
23-11-2025 00:00:12
Login dengan Facebook
Login dengan Google