Trisno Tegaskan Smart City Kutim Tak Bisa Jalan Sendiri, Butuh Sinergi Semua Pihak

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


Dutanarasi, Kutai Timur - Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mengakselerasi pembangunan Smart City kembali diperkuat melalui Sosialisasi Program Smart City 2025. Forum strategis ini digelar untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan mengenai arah transformasi digital daerah yang kian dinamis. Pemkab Kutim menilai bahwa keberhasilan kota cerdas tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi semata.

Faktor krusial lainnya adalah keselarasan kebijakan antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dukungan nyata dari sektor non-pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang terintegrasi. Plt. Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, Trisno, menegaskan pentingnya komitmen kolektif dalam agenda ini.

Smart City bukan proyek satu instansi atau bersifat sektoral, melainkan sebuah kerja bersama seluruh elemen untuk membawa perubahan besar, ujarnya saat membuka acara. Pemerintah daerah dilaporkan telah berhasil menyelesaikan tahapan dasar digitalisasi di wilayahnya. Keberhasilan ini ditandai dengan tercapainya target konektivitas, di mana seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kutai Timur kini telah terhubung dengan jaringan internet yang stabil.

Meskipun infrastruktur fisik telah tersedia, Trisno mengingatkan bahwa tantangan di tahun 2025 akan jauh lebih kompleks. Fokus utama kini beralih pada kualitas layanan, terutama mengenai bagaimana data dapat saling terhubung tanpa hambatan birokrasi yang kaku antar instansi. Ia mengimbau seluruh kepala OPD untuk meninggalkan ego sektoral demi efisiensi pelayanan publik.

Yang kita bangun saat ini adalah ekosistem cerdas yang inklusif, bukan sekadar membangun infrastruktur teknologi yang megah namun kosong dari manfaat nyata, ucap Trisno dengan tegas. Selain internal pemerintahan, Pemkab Kutim juga mendorong peran aktif dari dunia usaha, akademisi, hingga lapisan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi digital yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan spesifik masyarakat di berbagai wilayah Kutai Timur.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimis visi kota cerdas ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Sinergi ini adalah fondasi utama kita menuju tata kelola pemerintahan modern yang transparan, efektif, dan sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (ADV)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial

Diskominfo Kutim