Bentuk komitmen DPMD Kukar, saat peresmian Posyandu Apel di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, bersama Bupati Kukar, Edi Damansyah (Ist)
DUTANARASI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan keluarga.
Untuk melaksanakan upaya itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pembangunan dan pengembangan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi salah satu program prioritas yang sejalan dengan misi besar Dedikasi Kukar Idaman dalam membangun daerah yang lebih sehat dan berkeadilan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menargetkan pembangunan sedikitnya 15 gedung posyandu baru di berbagai kecamatan. Hal ini merupakan langkah kongkrit yang bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke pelosok desa, sekaligus untuk memastikan bahwa seluruh warga, terutama ibu dan balita, mendapatkan akses layanan yang memadai dan berkualitas.
“Insya Allah pada tahun ini kami akan melakukan penambahan fasilitas posyandu di daerah-daerah yang belum memiliki bangunan representatif, agar pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dan mudah diakses masyarakat,” ujar Arianto.
Diketahui hingga saat ini, Kukar sudah memiliki 816 posyandu aktif, dan sebanyak 799 di antaranya dibangun melalui dana desa dan kelurahan, sementara sisanya berasal dari kontribusi dunia usaha dan lembaga non-pemerintah.
Sejak tahun 2023 hingga 2024, DPMD Kukar telah berhasil membangun sekitar 40 posyandu baru di 20 kecamatan di Kukar, yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan indikator kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini terlihat pada peresmian Posyandu Apel di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, didampingi Kepala DPMD Arianto serta jajaran perangkat daerah dan masyarakat setempat.
Kehadiran posyandu baru ini disambut antusias warga karena dianggap mampu mendekatkan layanan kesehatan dasar, seperti imunisasi, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi gizi dan kesehatan ibu.
Arianto juga menegaskan bahwa pembangunan posyandu tak hanya sebatas infrastruktur fisik, ia juga berharap kapasitas kader juga dapat mendukung.
“Peningkatan kapasitas kader dan penyediaan sarana-prasarana menjadi bagian penting. Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa,” pungkasnya. (adv/Iam)


