DUTANARASI.COM – Suasana penuh semangat menyelimuti jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara. Tahun ini, Lomba Desa dan Lomba Kelurahan tingkat kabupaten kembali digelar, membawa harapan baru bagi desa dan kelurahan untuk menunjukkan inovasi terbaik mereka.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyebut bahwa proses penilaian resmi memasuki tahap seleksi awal. Rapat tim penilai yang digelar pada Kamis (23/5/2025) sore pukul 15.00 WITA menjadi langkah penting sebelum tim bergerak langsung meninjau lapangan.
“Awalnya ada empat desa yang diajukan, yaitu Desa Batuah, Mulawarman, Handil Terusan, dan Tani Bakti. Namun setelah verifikasi administrasi, hanya tiga yang lolos, yakni Mulawarman, Batuah, dan Handil Terusan,” jelas Arianto, Senin (26/5/2025).
Desa Batuah sendiri berasal dari Kecamatan Loa Janan, sementara Mulawarman dari wilayah kecamatan lain. Proses administrasi hanyalah pintu awal.
Mulai Senin mendatang, tim penilai akan turun langsung ke lapangan, mengklarifikasi dokumen, dan memastikan semua data sesuai dengan kondisi nyata di desa.
Antusiasme serupa juga tampak pada kategori kelurahan. Ada tiga nama yang ikut serta, yaitu Kelurahan Amborawang Laut, satu kelurahan dari Muara Jawa, serta Kelurahan Melayu dari Tenggarong. Ketiganya tengah melewati penilaian ketat dari tim DPMD.
Menurut Arianto, ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi peserta, yakni kelengkapan profil desa atau kelurahan selama dua tahun terakhir. Banyak calon peserta gugur karena tidak memenuhi ketentuan administratif ini.
“Syarat profil desa atau kelurahan ini wajib. Kalau tidak dipenuhi, otomatis gugur. Dan memang kebanyakan yang tidak lolos karena masalah itu,” ujarnya.
DPMD Kukar menargetkan hasil akhir dapat diumumkan dalam dua minggu ke depan. Nantinya, akan dipilih Juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori desa dan kelurahan.
Arianto menegaskan, pembedaan kategori ini penting karena status administratif desa dan kelurahan berbeda, termasuk ketika melangkah ke tingkat provinsi maupun nasional.
Namun lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi desa dan kelurahan untuk terus berinovasi.
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan objektif, serta mampu memacu semangat desa dan kelurahan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Arianto.
Dengan dukungan penuh dari DPMD, ajang ini bukan hanya tentang gelar juara, melainkan ruang belajar bersama menuju desa dan kelurahan yang semakin maju dan berdaya. (Adv/kh)


