DUTANARASI.COM – Di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, semangat perubahan kini kian terasa. Program Bantuan Keuangan Khusus Dana RT (BKKDRT) sebesar Rp50 juta per RT yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menampakkan hasil nyata. Warga merasakan langsung manfaatnya, terutama dalam mendukung digitalisasi pelayanan di tingkat RT.
Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi, mengatakan pada tahap pertama tahun 2025, bantuan tersebut difokuskan pada pengadaan smartphone untuk para ketua RT.
“Alhamdulillah, dananya sudah masuk ke rekening desa, dan langsung kami realisasikan untuk membantu pelaporan administrasi secara online,” ujarnya, Jumat (30/5/2025).
Desa Genting Tanah memiliki 18 RT, dan seluruhnya kini sudah menerima perangkat itu. Menurut Junaidi, smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi menjadi penopang kerja penting yang memudahkan koordinasi sekaligus mempercepat penyusunan laporan administrasi.
Tak berhenti di situ, pemerintah desa juga menyiapkan pelatihan khusus bagi para pengurus RT. Pelatihan yang akan digelar di tingkat kecamatan ini berfokus pada penggunaan aplikasi digital untuk pelayanan kependudukan maupun pelaporan kegiatan.
“Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih cepat dan akurat. HP yang diberikan sangat membantu dalam komunikasi serta pemanfaatan aplikasi desa,” kata Junaidi.
Manfaatnya langsung dirasakan warga. Mulai dari koordinasi gotong royong, pengelolaan kegiatan lingkungan, hingga pelayanan administrasi, semua berjalan lebih lancar. Banyak warga menyampaikan apresiasi, karena program ini menyentuh kebutuhan sehari-hari mereka.
“Program 50 juta ini memang sangat membantu, apalagi dananya digunakan langsung untuk kebutuhan operasional di tingkat bawah. Harapan kami ke depan, semoga nominal bantuan bisa ditingkatkan agar manfaatnya makin besar bagi warga,” tambah Junaidi.
Dukungan juga datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa penggunaan dana RT tidak melulu diarahkan untuk pembangunan fisik.
Menurutnya, pemenuhan fasilitas pendukung seperti smartphone sangat penting agar RT mampu menjalankan perannya dengan optimal.
“HP ini digunakan untuk memudahkan RT melakukan koordinasi dan juga sangat bermanfaat untuk pelayanan administrasi. Yang penting dana ini digunakan kreatif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dengan pengelolaan yang transparan serta sinergi pemerintah desa dan warga, Genting Tanah kini dipandang sebagai contoh positif pemanfaatan dana RT. Arianto optimistis, program BKKDRT akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri dan sejahtera. (Adv/kh)


