Camat Samboja Barat, Burhanuddin.
DUTANARASI.COM – Upaya Pemerintah Kecamatan Samboja Barat dalam memperluas jaringan pemasaran produk lokal mulai membuahkan hasil. Sebanyak 11 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini resmi menempati stand khusus di rest area Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari etalase produk unggulan daerah.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut menjadi ruang promosi strategis bagi pelaku usaha lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama pengunjung dan pekerja di kawasan IKN.
“Ini langkah penting bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk Samboja Barat ke tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (09/10/2025).
Menurutnya, kerja sama dengan Otorita IKN menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Keberadaan stand UMKM di rest area IKN juga diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya sektor ekonomi kreatif di kawasan penyangga IKN.
Burhanuddin menjelaskan, produk-produk yang dipasarkan di stand tersebut beragam, mulai dari olahan makanan khas, hasil pertanian, hingga kerajinan tangan lokal. Semua produk dikurasi agar memenuhi standar kualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Ini bukan sekadar jualan, tapi juga promosi jati diri daerah. Kami ingin setiap pengunjung yang datang ke IKN bisa mengenal kualitas produk dari Samboja Barat,” ungkapnya.
Selain dukungan fasilitas promosi, pemerintah kecamatan juga menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disketapang) Kukar untuk menyalurkan bantuan bibit jagung dan cabai kepada Kelompok Wanita Tani (KWT).
Langkah ini bertujuan memberdayakan perempuan agar turut aktif dalam ketahanan pangan keluarga dan usaha produktif.
“Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan. Dengan adanya KWT, mereka bisa ikut menopang ekonomi rumah tangga,” kata Burhanuddin.
Ia menegaskan, program kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akan terus dilanjutkan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal.
“Ketika semua pihak berjalan beriringan, maka kemandirian ekonomi bisa terwujud,” tutupnya. (Adv/kh)


