Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan WCD. (Ist)
DUTANARASI.COM – Ratusan peserta dari berbagai kalangan memadati kawasan Waduk Panji Sukarame, Tenggarong, pada Sabtu (11/10/2025). Mereka bergotong royong membersihkan sampah di sekitar waduk dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2025, yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar).
Aksi bersih-bersih tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional Menuju Indonesia Bersih 2029, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sedikitnya 300 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari pelajar, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, serta perangkat daerah.
Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menyampaikan bahwa kegiatan WCD merupakan tindak lanjut dari amanah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), meskipun peringatan nasional digelar pada 20 September, pelaksanaan di daerah mendapat kelonggaran hingga pertengahan Oktober.
“Pada hari ini kami melaksanakan aksi kebersihan bersama seluruh stakeholder di beberapa titik, seperti Waduk Panji, kawasan Stadion Rondong Demang, dan Jalan Durian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga melibatkan berbagai instansi dan sekolah sesuai surat edaran Sekretaris Daerah Kukar, yang mengimbau seluruh lembaga untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi gerakan nyata yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Slamet berharap, momentum WCD 2025 dapat menjadi titik tolak dalam membangun budaya peduli lingkungan di seluruh lapisan masyarakat Kukar.
Melalui kegiatan ini, DLHK Kukar menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kukar sebagai daerah bersih, hijau, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga bumi dari ancaman sampah dan pencemaran lingkungan.
“Kami ingin gerakan bersih-bersih ini tidak berhenti di satu hari, tapi terus berlanjut di setiap kecamatan dan menjadi kebiasaan bersama,” tegasnya. (adv/Iam)


