Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo. (Ist)
DUTANARASI.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai sektor hilir, tetapi juga harus diperkuat dari sisi hulu, yakni melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan Bank Sampah di tingkat desa, kelurahan, hingga sekolah.
“Kalau bicara TPA, itu sektor hilir. Tapi yang tak kalah penting adalah memperkuat hulunya seperti TPS 3R dan Bank Sampah di desa, kelurahan, hingga sekolah-sekolah,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Menurut Slamet, peningkatan volume sampah menjadi konsekuensi logis dari pertumbuhan penduduk. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 806 ribu jiwa, timbulan sampah di Kukar pada 2025 diperkirakan mencapai 0,49 kilogram per orang per hari, atau hampir 395 ton setiap harinya.
Sementara itu, di Kecamatan Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten dengan penduduk sekitar 116 ribu jiwa, volume sampah harian diperkirakan mencapai 58 ton.
“Sampah itu tidak akan hilang. Populasi bertambah, aktivitas ekonomi meningkat, otomatis volume sampah juga naik,” jelasnya.
Sejak kewenangan pengelolaan sampah dialihkan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) ke DLHK sekitar satu setengah tahun lalu, berbagai langkah percepatan terus dilakukan. Salah satunya melalui upaya memperpanjang umur layanan TPA Bekotok dengan sistem pengelolaan berbasis masyarakat agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Slamet menegaskan, kebijakan ini juga selaras dengan visi besar Kukar Idaman Terbaik, melalui program dedikasi “Jaga Lingkungan Lestari”, yang merupakan kelanjutan dari program “Kukar Peduli Lingkungan”.
“Program ini saling menguatkan. Intinya, bagaimana kita bisa memberikan upaya maksimal agar pengelolaan sampah berjalan baik dan lingkungan tetap lestari,” pungkasnya. (adv/Iam)


