Foto bersama pada kegiatan pelantikan Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten Kukar periode 2025–2029. (Ist)
DUTANARASI.COM – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya di sektor olahraga daerah. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), Syafliansyah, mengakui bahwa kebijakan tersebut turut mempengaruhi proses pembinaan dan pengembangan atlet di Kukar.
Hal itu diungkapkannya usai menghadiri pelantikan Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kukar periode 2025–2029 di Tenggarong.
Menurutnya, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara dalam pelaksanaan APBN membuat seluruh instansi, termasuk pemerintah daerah, harus melakukan penghematan di berbagai sektor, tak terkecuali olahraga.
“Dispora ini agak berbeda dengan OPD lain. Kalau di kami, yang sering melakukan perjalanan dinas itu bukan pegawai, melainkan para atlet. Mereka perlu mengikuti event di tingkat provinsi hingga nasional untuk mengukur sejauh mana prestasi yang telah dicapai,” jelas Syafliansyah, Minggu (12/10/2025).
Ia mengakui, pada awal penerapan kebijakan efisiensi ini, sejumlah kegiatan olahraga sempat tertunda atau dibatasi, terutama yang berkaitan dengan pengiriman atlet ke luar daerah, belakangan muncul kabar baik bahwa kebijakan tersebut sedang dalam proses peninjauan kembali oleh pemerintah pusat.
“Beberapa hari ini saya dengar ada perubahan, untuk kepentingan BK Porprov (Bimbingan dan Konsultasi Pekan Olahraga Provinsi), masih dalam tahap persiapan. Mungkin ke depan bisa kita sikapi bersama. Nanti kami akan diskusikan lebih lanjut dengan teman-teman di bidang olahraga,” ujarnya.
Syafliansyah menegaskan, persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 tidak cukup hanya dengan latihan rutin di daerah. Atlet perlu uji tanding, latihan bersama, serta partisipasi dalam berbagai kompetisi sebagai bentuk evaluasi kemampuan dan peningkatan kualitas prestasi.
“Kalau pembinaan mau berhasil, tentu harus ada tolok ukur lewat pertandingan. Itu sebabnya kami berharap ada ruang fleksibilitas dalam kebijakan efisiensi ini, agar semangat pembinaan atlet tidak terhambat,” tutupnya. (adv/Iam)


