(Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman. (Ist)
DUTANARASI.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar), Yuliandris Suherdiman, menegaskan bahwa istilah anak terlantar tidak selalu merujuk pada anak-anak yang hidup di jalanan. Menurutnya, banyak anak yang tinggal bersama orang tua kandung di rumah, namun tetap masuk dalam kategori anak terlantar karena tidak mendapatkan pengasuhan yang layak.
“Anak terlantar itu bukan hanya mereka yang hidup di jalanan. Bisa saja mereka tinggal di rumah dengan orang tua lengkap, tetapi karena tidak mendapatkan perhatian dan pengasuhan yang baik, mereka tetap termasuk anak terlantar,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Ia menjelaskan, keterlantaran anak umumnya terjadi akibat minimnya pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, serta kasih sayang dan perhatian dari keluarga. Kondisi ini dapat berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis.
Untuk menekan angka anak terlantar, Dinsos Kukar telah menjalankan sejumlah program perlindungan sosial. Program tersebut mencakup bantuan tunai, penyediaan kebutuhan pokok, serta pembinaan yang dilakukan di panti sosial.
“Kami berupaya memberikan dukungan agar anak-anak terlantar bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Saat ini, tercatat ada sekitar 18 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang beroperasi di Kukar dan dikelola oleh masyarakat. LKSA berperan aktif dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, serta perlindungan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Dinsos Kukar pun terus menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga tersebut agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Selain itu, Pemkab Kukar juga memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang secara khusus menangani anak-anak terlantar, salah satunya UPTD Odah Ngasuh Anak di Kelurahan Bukit Biru.
Fasilitas ini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi anak-anak sebelum ditempatkan di keluarga pengasuh atau lembaga sosial yang sesuai.
“Dengan keberadaan UPTD ini, kami berharap anak-anak terlantar dapat memperoleh perhatian dan kehidupan yang lebih layak,” ujar Yuliandris.
Ia menegaskan, Dinas Sosial Kukar akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anak melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan masyarakat pun diharapkan agar upaya penanganan anak terlantar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga anak-anak kita. Dengan kepedulian bersama, mereka bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (adv/Iam)


