Plt. Camat Kembang Janggut, Kab. Kukar, Suhartono. (Ist)
DUTANARASI.COM – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut terus memperkuat upaya penanganan kemiskinan dengan menggandeng Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pendataan keluarga prasejahtera berjalan akurat serta menyalurkan bantuan tepat sasaran.
Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan di wilayahnya agar program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jika ada program bantuan CSR atau bantuan bagi keluarga prasejahtera, kami selalu menyiapkan data-data yang dibutuhkan agar bantuan tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Ia menjelaskan, data penerima bantuan terus diperbarui bersama pihak PKH agar tidak terjadi tumpang tindih penerima. Menurutnya, angka warga yang membutuhkan bantuan bersifat dinamis dan perlu diverifikasi secara berkala.
“Data penerima memang ada, dan selalu kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Saat ini, bentuk dukungan pemerintah terhadap warga prasejahtera masih berupa bantuan beras bulanan, sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa belum tersalurkan hingga Oktober 2025, pemerintah kecamatan pun masih menunggu kepastian apakah program tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan.
Namun, Suhartono menekankan bahwa program pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sembako semata.
Ia mendorong agar program ke depan lebih diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Misalnya bantuan berupa alat-alat perkebunan atau pertanian, agar masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah, kalau bantuan hanya berupa pemberian, yang muncul justru ketergantungan,” tegasnya.
Menurutnya, solusi yang lebih berkelanjutan adalah memberikan pelatihan keterampilan, kursus, serta bantuan alat kerja bagi masyarakat produktif, warga Kembang Janggut dapat memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.
“Kami berharap upaya ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak agar program pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih efektif dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Suhartono. (adv/Iam)


