Camat Tabang Kab.Kukar, Rakhmadani Hidayat. (Ist)
DUTANARASI.COM – Pemerintah Kecamatan Tabang terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan, sebagai upaya membuka keterisolasian sejumlah desa di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerataan akses ini dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pembangunan desa dapat berjalan optimal.
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menegaskan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, pemerataan pembangunan di tingkat desa sulit tercapai.
“Kalau akses jalan dan jembatan belum merata, mustahil pembangunan bisa bergerak maksimal di tingkat desa,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Ia menjelaskan, arah pembangunan di Kecamatan Tabang selama ini telah disesuaikan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), di lapangan masih banyak wilayah yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam karena kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai.
“Beberapa desa memang sudah bisa dijangkau, tapi belum bisa dilewati kendaraan besar. Ini menyulitkan distribusi logistik dan menghambat pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Sejumlah titik menjadi perhatian utama, antara lain jalur penghubung Desa Umaq Bekuai ke Desa Bila Talang serta Umaq Tukung menuju Tabang Lama, yang membutuhkan pembangunan jembatan sepanjang sekitar 75 meter.
Selain itu, jalur dari Desa Sidomulyo ke Umaq Bekuai juga memerlukan jembatan dengan bentangan lebih panjang, mencapai 120 meter, agar akses antar desa dapat terhubung dengan lancar.
Rakhmadani menyebut, pihak kecamatan telah beberapa kali mengusulkan pembangunan infrastruktur tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Ia berharap, dukungan anggaran daerah memungkinkan agar usulan tersebut bisa segera direalisasikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Mudah-mudahan anggaran kita cukup dan pembangunan ini bisa segera dilaksanakan,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan jalan dan jembatan yang layak akan berdampak besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau akses sudah terbuka, otomatis semua sektor ikut bergerak mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan. Itu yang kita harapkan,” tandas Rakhmadani. (adv/Iam)


