Kepala DPMD Kukar, Ariato bersama Ketua TP PKK Kukar dan TP PKK Desa Dangin Puri Kauh Bali.
DUTANARASI.COM – Dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara) menggelar jamuan makan malam untuk menyambut kunjungan Tim Penggerak PKK Desa Dangin Puri Kauh, Kota Denpasar, Bali, di Pendopo Odah Etam, Selasa (4/11/2025) malam.
Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kukar, Andi Deescha Pravidhia, itu berlangsung sederhana namun sarat makna. Jamuan ini bukan sekadar penyambutan tamu, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi antardaerah, menandai komitmen kedua pihak dalam membangun kerja sama yang harmonis antara masyarakat desa Kukar dan Denpasar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa kunjungan rombongan dari Bali merupakan bagian dari agenda studi tiru ke Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, yang dikenal sebagai salah satu desa berprestasi di tingkat nasional dan internasional dalam hal digitalisasi serta pengelolaan statistik desa.
“Desa Loa Duri Ilir menjadi salah satu desa berprestasi nasional bahkan internasional dalam pengelolaan digitalisasi dan statistik desa. Meskipun bukan berada di pusat pemerintahan, desa ini mampu berinovasi dan menciptakan berbagai terobosan yang layak dijadikan contoh,” ujarnya.
Namun di balik rencana studi tiru tersebut, makna silaturahmi menjadi pesan utama dari pertemuan malam itu. Rombongan dari Denpasar yang terdiri atas kepala desa, perangkat, lembaga masyarakat, perwakilan PKK, hingga karang taruna, terlihat antusias menjalin komunikasi dengan tuan rumah dari Kukar. Percakapan hangat dan tawa ringan mewarnai suasana malam di Pendopo Odah Etam.
“Pertemuan ini menjadi ajang saling mengenal dan bertukar pengalaman. Kami ingin mempererat hubungan baik dengan Denpasar, karena banyak nilai-nilai sosial dan budaya yang bisa saling dipelajari,” ujar Arianto.
Ia menambahkan, hubungan antardaerah seperti ini penting untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam pembangunan desa.
Bagi DPMD Kukar, kegiatan semacam ini bukan sekadar acara formal, melainkan bagian dari diplomasi sosial yang mempertemukan gagasan dan pengalaman dari dua daerah dengan karakter berbeda namun tujuan yang sama.
“Kerja sama dan saling belajar menjadi kunci. Melalui silaturahmi seperti ini, kita bisa saling menginspirasi dan bersama-sama mendorong kemajuan desa berbasis kearifan lokal,” tutupnya.
Kunjungan ini menjadi simbol bahwa persahabatan antardaerah dapat tumbuh dari ruang sederhana — dari meja makan, sapaan hangat, dan niat tulus untuk membangun negeri dari desa. (Adv/kh)


