KALIORANG — Perubahan iklim yang terjadi saat ini sering kali membuat bibir pantai lebih cepat mengalami abrasi. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan penanaman mangrove sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem pesisir, mendukung ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami pantai dari abrasi dan gelombang laut, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai biota laut. Kegiatan hari ini merupakan wujud komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian alam Kaliorang. Sapta Pesona Wisata bisa dihidupkan kembali sehingga dapat mengangkat dan mempromosikan wisata tersebut, bukan hanya di desa, tetapi juga di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” demikian disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Poniso Suryo Renggono.
Kegiatan penanaman dilaksanakan di pesisir Pantai Marang, Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kaliorang, Rusnomo; perwakilan Dinas Lingkungan Hidup; anggota DPRD; perwakilan Dinas Pariwisata; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam); dan perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sementara itu, hadir pula perwakilan perusahaan seperti Indexim, PT KPP, Kobexindo, dan beberapa perusahaan di Desa Kaliorang. Tidak ketinggalan para kepala desa se-Kecamatan Kaliorang, jajaran perangkat kecamatan dan Desa Kaliorang, serta masyarakat yang secara aktif mengambil bagian dalam aksi nyata pelestarian lingkungan tersebut.
Nasrul Afdal Fatwa, Kepala Desa Kaliorang, dalam laporannya memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan melestarikan lingkungan Pantai Marang, yang merupakan salah satu tempat wisata yang nantinya akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Penanaman 3.500 bibit mangrove di Pantai Marang ini tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjadi bagian dari mitigasi bencana pesisir.
Selain itu, kawasan mangrove juga memiliki potensi ekonomi dan wisata apabila dikelola dengan baik. Dengan keterlibatan aktif pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi ekowisata mangrove dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi wisata dan hasil laut. (ADV/ProkopimKutim/DN)


