Dutanarasi, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmen strategisnya dalam mempercepat transformasi digital melalui pengembangan konsep Smart City.
Langkah ini diambil sebagai upaya menyeluruh untuk memodernisasi tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Pernyataan tersebut secara resmi disampaikan dalam agenda Sosialisasi Program Smart City 2025 yang digelar baru-baru ini.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi pembangunan berbasis teknologi yang telah dirintis sebelumnya, sekaligus menyelaraskan target pencapaian untuk tahun-tahun mendatang.
Acara ini melibatkan spektrum pemangku kepentingan yang luas, mulai dari unsur birokrasi, pelaku dunia usaha, perbankan, hingga akademisi dan komunitas pegiat digital.
⁷”Kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama agar visi Smart City ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen konsep di atas kertas, melainkan berdampak nyata bagi warga,” ucap Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Persandian Diskominfo Staper Kutim, Sulisman,
Pemerintah Kabupaten menyadari bahwa inovasi teknologi tidak akan maksimal tanpa dukungan ekosistem yang solid.
Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan publik dan dukungan dari sektor swasta serta komunitas kreatif menjadi pilar penting dalam memastikan keberlanjutan program-program digitalisasi di wilayah Kutai Timur.
Sulisman juga menuturkan bahwa Kutim telah secara konsisten mengimplementasikan program ini sejak tahun 2018.
Konsistensi tersebut ditunjukkan melalui pembaruan infrastruktur telekomunikasi dan integrasi sistem informasi di berbagai perangkat daerah yang terus dipantau secara berkala.
Dalam paparannya, Sulisman menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika zaman yang terus berubah dengan cepat.
“Setiap tahun kami secara rutin melakukan evaluasi mendalam agar implementasi Smart City tetap relevan dengan karakteristik dan perkembangan daerah yang dinamis,” terangnya.
Fokus utama dari Smart City di Kutim mencakup penguatan efisiensi pelayanan, transparansi anggaran, serta optimalisasi penggunaan data dalam pengambilan kebijakan strategis.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan UMKM dan lembaga keuangan untuk menciptakan peluang ekonomi baru yang berbasis pada kemajuan teknologi informasi.
Sebagai penutup, ditekankan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada semangat inovasi kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Yang paling mendasar adalah komitmen dan kerja sama semua pihak untuk terus berinovasi demi pembangunan daerah yang adaptif dan berorientasi masa depan,” pungkas Sulisman optimis. (Adv)


