SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menahbiskan diri sebagai kekuatan utama cabang olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur. Hal itu didapatkan setelah dipastikan Kutim berhasil menyabet dua juara umum dalam dua kategori di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing beberapa waktu lalu.
Dalam penutupan, Presiden Juri Adam Syaifullah menyampaikan laporan bahwa ajang ini menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov VIII Kaltim yang akan berlangsung di Kabupaten Paser tahun 2026, dengan diikuti 122 atlet dari 9 kabupaten/kota. Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyampaikan penghargaan kepada Pemkab Kutim yang mampu menyajikan venue terbaik di luar Pulau Jawa. Ia juga mengingatkan agar atlet tetap berlatih keras menghadapi Porprov di Paser 2026 serta PON XXII di NTB dan NTT.
Acara penutupan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kadispora Kutim Basuki Isnawan, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, Ketua FPTI Kutim Aji Fahreza Hakim, Ketua Pengprov FPTI Kaltim Misbachul Choir, serta jajaran Forkopimda Kutim.
Dalam event yang diadakan di Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi, tuan rumah Kutim menyabet juara umum dengan torehan 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Disusul Balikpapan dengan 3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu, serta Kutai Kartanegara dengan 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Kutim juga menahbiskan diri sebagai yang terbaik di Pra Porprov dengan menjadi juara umum, yakni 8 emas, 7 perak, dan 2 perunggu. Disusul Balikpapan dengan 7 emas, 4 perak, dan 1 perunggu, serta Samarinda dengan 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Adapun Kutai Kartanegara meraih 3 perak dan 10 perunggu.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dalam sambutannya menegaskan, meski ada kendala regulasi usia atlet di bawah 30 tahun, Kutim akan mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Kami optimistis panjat tebing bisa menjadi cabang unggulan Kutim pada Porprov mendatang. Target kita minimal tetap berada di tiga besar, bahkan kalau bisa juara umum,” tegasnya. (ADV/ProkopimKutim/DN)


