Dutanarasi, Kutai Timur — Pembangunan Jembatan Telen terhenti akibat meningkatnya debit Sungai Telen dalam beberapa bulan terakhir serta kondisi cuaca ekstrem menyebabkan aktivitas konstruksi di area sungai tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana.
Pantauan lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan jembatan baru mencapai tahap penyelesaian salah satu tiang utama.
Tahapan lanjutan belum dapat dilakukan karena arus sungai masih deras.
Camat Telen, Petrus Ivung, menyebutkan bahwa keselamatan menjadi pertimbangan utama penghentian sementara proyek.
“Debit sungai yang tinggi sangat berisiko untuk pekerjaan pengecoran dan pemasangan struktur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa standar teknis konstruksi tidak memungkinkan pekerjaan dilakukan dalam kondisi air yang tidak stabil.
Risiko kerusakan bangunan dan kecelakaan kerja menjadi alasan utama penundaan.
Pemerintah kecamatan menilai bahwa kondisi alam menjadi faktor yang tidak dapat dikendalikan meski demikian, upaya koordinasi terus dilakukan agar proyek tidak tertunda terlalu lama.
Petrus menyampaikan bahwa perencanaan teknis sedang disesuaikan. “Kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan waktu paling aman melanjutkan pekerjaan,” katanya.
Di sisi lain, keterlambatan proyek berdampak pada aktivitas masyarakat yang masih harus menggunakan jalur alternatif yang terbatas, terutama saat musim hujan.
Pemerintah kecamatan optimistis pembangunan Jembatan Telen dapat kembali dilanjutkan setelah debit sungai menurun dan kondisi lapangan dinyatakan aman. (ADV)


