SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi melaksanakan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Ardiansyah Sulaiman yang melakukan peninjauan pelaksanaan MBG di SMAN 2 Sangatta menyampaikan apresiasi sekaligus menekankan pentingnya menjaga kualitas penyelenggaraan program MBG. Ia meminta sinergi program ini dengan petani, peternak, dan pedagang lokal agar bahan baku yang digunakan layak, segar, serta aman dikonsumsi.
Dalam kesempatan meninjau, bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mulyono, Camat Sangatta Utara Hasdiah, serta Danramil Sangatta Utara Kapten Arif. Bupati bersyukur MBG resmi dimulai di Kutim.
“Alhamdulillah, hari ini Kutim sudah melaksanakan peluncuran perdana program MBG. Yang saya tekankan adalah jangan sampai dapur terkontaminasi. Kita harus pastikan bukan hanya kandungan gizi yang terjaga, tetapi juga kebersihan. Selain itu, setiap 10 hari menu akan disusun oleh ahli gizi. Diharapkan anak-anak tidak bosan dan tetap terjamin kualitasnya,” kata Ardiansyah.
Koordinator Wilayah Kutim Badan Gizi Nasional (BGN), Shinta, menjelaskan bahwa hari pertama pelaksanaan MBG baru dapat dilayani melalui satu titik dapur SPPG yang beroperasi, yakni di Swarga Bara. Ke depan, akan segera menyusul dapur layanan di Jalan Dayung dan Jalan APT Pranoto.
“Di Kutim, potensi dapur dari persebaran penerima manfaat diperkirakan akan mencapai 42 titik. Setiap titik ditentukan dengan radius maksimal 6 kilometer atau waktu tempuh sekitar 20 menit dari SPPG,” ungkapnya.
Sebanyak 814 siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara menjadi penerima manfaat pada tahap awal ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 2.274 penerima manfaat yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Swarga Bara. Untuk tahap pertama, SPPG Swarga Bara melayani delapan satuan pendidikan.
Salah seorang siswa, Maulana, pelajar kelas XII SMA Negeri 2 Sangatta Utara, mengaku senang dengan menu MBG. “Cukup enak dan lengkap karena ada buah, sayur, dan susu. Biasanya kalau bawa bekal dari rumah, kadang seadanya. Dengan adanya program ini, kami bisa makan lebih teratur dan bergizi,” ujarnya penuh antusias. (ADV/ProkopimKutim/DN)


