SANGATTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh hanya berhenti pada pemberian makan saja, melainkan juga harus menjaga kualitas dan memberi manfaat ekonomi. MBG dapat menjadi pusat kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Selain memastikan ketersediaan gizi yang cukup untuk anak-anak Kutai Timur (Kutim), program ini harus berpengaruh kepada perekonomian lokal.
Peluncuran program MBG secara resmi dilakukan di Kutim, dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Swarga Bara sebagai pengelolanya. Acara peresmian yang bertempat di Jalan Poros Kabo, Gang Mawar, Desa Swarga Bara ini dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono, Kepala Desa Swarga Bara Wahyuddin Usman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kesempatan meninjau peluncuran MBG, Bupati Ardiansyah mengapresiasi kesiapan SPPG Swarga Bara yang dinilai sudah sangat baik. Ia berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kutim. Bupati juga berharap masyarakat yang memiliki usaha peternakan maupun sayuran dapat bermitra dengan SPPG. Selain untuk anak-anak, program ini juga bisa memberdayakan produk lokal.
Senada dengan Bupati Ardiansyah, Ketua SPPG Swarga Bara, Tiara Riapernia, menegaskan bahwa dapur gizi ini lebih dari sekadar tempat memasak. “Ini adalah pusat kolaborasi dan kepedulian untuk memastikan anak-anak Kutai Timur mendapatkan gizi yang cukup,” ujarnya.
SPPG Swarga Bara menargetkan pendistribusian makanan bergizi kepada 2.274 anak. Pada tahap awal program ini, beberapa sekolah telah ditunjuk sebagai penerima manfaat, termasuk KB Pelita Asoka, TK Al Munawaroh, SD Islam Imam Syafii, TK Cinta Islam Imam Syafii, PAUD Cinta Islam Imam Syafii, SD Negeri 005 Sangatta Utara, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Bupati Ardiansyah berpesan agar pengawasan terhadap kualitas gizi dilakukan secara ketat demi menjaga kesehatan anak-anak penerima manfaat. Dalam jangka panjang, kualitas gizi yang baik akan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan kualitas sumber daya manusia Kutim. (ADV/ProkopimKutim/DN)


