Duta Narasi, Kutai Timur — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong optimalisasi Dana RT atau Bantuan Keuangan Khusus Desa (BK2D) sebagai dukungan pembangunan berbasis wilayah pada tahun 2025.
Program yang mengalokasikan Rp250 juta untuk setiap RT ini dipetakan ke dalam empat pilar pembangunan warga yang menjadi dasar pemanfaatan anggaran.
Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menjelaskan bahwa pilar pertama adalah pengentasan kemiskinan melalui pelatihan peningkatan keterampilan dan bantuan sarana usaha.
Ia memastikan program harus menyasar warga berpenghasilan rendah agar peningkatan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh mereka.
“Setiap RT harus memastikan warga miskin menjadi sasaran utama. Program pemberdayaan tidak boleh lepas dari prinsip keadilan dalam distribusi manfaat,” ujarnya.
Pilar kedua adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pengadaan sarana penerangan jalan, kebutuhan RT, pos kamling, dan air bersih. Basuni menyebut fasilitas dasar menjadi kebutuhan yang paling sering muncul dalam musyawarah RT.
Pilar ketiga menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan usaha, fasilitasi perizinan UMKM, dan pelatihan lanjutan. Pemerintah ingin memastikan warga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Pilar keempat adalah penurunan angka stunting melalui perbaikan layanan posyandu, penyediaan air bersih, serta peningkatan sanitasi. Basuni mengatakan stunting merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan dukungan dari masyarakat hingga tingkat lingkungan.
“Stunting hanya bisa diatasi dengan dukungan semua pihak. Dana RT memberi kesempatan kepada RT untuk ikut memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan,” jelasnya.
DPMDes Kutim juga menyiapkan pendampingan berjenjang agar proses perencanaan dan pelaksanaan program berjalan sesuai mekanisme keuangan desa. Setiap kegiatan wajib disusun melalui musyawarah warga untuk memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan.
Dengan optimalisasi empat pilar tersebut, Pemkab Kutim berharap Dana RT mampu menjadi fondasi pembangunan masyarakat di tingkat paling dasar dan memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.(ADV)


