Dutanarasi, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya meningkatkan konektivitas antar-wilayah, khususnya di kawasan pedesaan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dishub Kutim, Abdul Muis, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk menghidupkan kembali rute-rute angkutan umum yang strategis bagi masyarakat.
Langkah ini diambil mengingat luasnya wilayah Kutai Timur yang membutuhkan moda transportasi massal yang terjangkau.
Fokus utama saat ini adalah pengaktifan kembali subsidi angkutan bis perintis yang sebelumnya sempat beroperasi namun terhenti karena masa kontrak subsidi yang telah habis. Dishub kini sedang melengkapi data pendukung untuk meyakinkan pusat agar subsidi tersebut kembali dikucurkan.
”Dulu kan pernah kita dapatkan dari Kombeng-Sangatta, dari Maloy-Sangatta, namun saat itu ditarik karena sudah mencukupi lima tahun, karena bantuan subsidi itu batasnya lima tahun,” ujar Abdul Muis menjelaskan riwayat program angkutan tersebut.
Selain mengandalkan bantuan pusat, Dishub Kutim juga sedang melakukan kajian mendalam mengenai jaringan lalu lintas. Kajian ini penting untuk memetakan titik-titik mana saja yang membutuhkan akses transportasi paling mendesak.
Dengan data yang akurat, pemerintah berharap dapat menyusun skema transportasi yang berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada subsidi jangka pendek.
Rencana jangka panjang mencakup pembukaan rute baru yang menghubungkan kecamatan-kecamatan jauh seperti Wahau, Kombeng, hingga Sandaran.
Abdul Muis menegaskan bahwa kehadiran negara melalui transportasi umum adalah bentuk pelayanan dasar yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini hanya mengandalkan kendaraan pribadi atau travel tidak resmi.
”Kemarin mereka sudah turun survei, kita mendampingi dari Rantau Pulung karena rutenya nanti rencananya Sangatta-Rantau Pulung, Wahau-Kombeng di sana,” tambah Muis mengenai progres survei lapangan yang telah dilakukan bersama tim kementerian.
Pihak Dishub juga menyoroti pentingnya perawatan infrastruktur terminal sebagai penunjang utama angkutan darat. Beberapa terminal di kecamatan direncanakan akan direhabilitasi agar layak digunakan kembali sebagai titik kumpul penumpang.
Hal ini dilakukan untuk memastikan aset daerah tetap terjaga dan tidak terbengkalai meski aktivitas angkutan belum sepenuhnya normal.
Terkait target operasional secara menyeluruh, Abdul Muis berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan daerah dapat segera terealisasi pada tahun mendatang.
Ia optimis bahwa dengan layanan yang baik, masyarakat akan perlahan beralih ke angkutan umum yang lebih aman dan teratur.
”Mudah-mudahan dengan adanya bantuan subsidi tadi itu, ya mudah-mudahan bisa kita lakukan untuk bantuan dari kementerian,” pungkasnya. (Adv)


