SANGAT-Perkembangan teknologi global menuntut aparatur untuk beradaptasi secara cepat. Dunia sudah empat kali revolusi industri, memasuki era digitalisasi penuh bahkan cenderung robotik. Semua berbasis internet. Menurut Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, hanya mereka yang cepat beradaptasi dengan teknologi yang akan mendapat keuntungan dari revolusi industri ini.
Pernyataan Mahyunadi itu disampaikan di dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) bagi admin dan pencatat surat desa serta kelurahan se-Kutim. Ia berharap desa-desa di Kutim mampu memanfaatkan aplikasi SRIKANDI secara optimal untuk memperkuat pelayanan publik. Bimtek dibuka dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta dari Desa Kelinjau Ulu dan Kelurahan Wahau Baru.
Kepala Dispusip Kutim Ayub menjelaskan bahwa Bimtek ini dalam rangka mematuhi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), SK MenPAN-RB Nomor 679 Tahun 2020, serta Peraturan Bupati Kutim Nomor 52 Tahun 2023. Dengan implementasi SRIKANDI, diharapkan tata kelola administrasi desa dapat lebih tertib, efisien, dan terkoneksi secara digital.
“Ini adalah kerja keras kita di bawah bimbingan Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Melalui SRIKANDI, arsip dapat dikelola lebih baik, akurat, aman, dan transparan,” jelas Ayub.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dan kelurahan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pengelolaan surat-menyurat dan administrasi pemerintahan secara digital. Selain akan mempercepat pelayanan publik, juga membuatnya lebih murah dan cepat. Murah karena mengurangi penggunaan kertas, sehingga pemerintah dapat melakukan efisiensi anggaran. (ADV/ProkopimKutim/DN)


