DUTANARASI.COM – Di tengah kehidupan masyarakat Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, ada denyut kebaikan yang terus berirama melalui aktivitas Posyandu. Dari balita, remaja, ibu hamil hingga lansia, semuanya mendapat ruang pelayanan yang konsisten berjalan.
Para kader desa dengan penuh semangat mendampingi setiap tahap kehidupan warganya, memastikan kesehatan tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberadaan empat Posyandu yang aktif di wilayahnya.
Masing-masing Posyandu memiliki fokus pada segmen masyarakat yang berbeda, namun semuanya bergerak selaras dengan tujuan besar yakni menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh warga.
“Kami juga menjalankan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan PMB (Pemberian Makanan Bergizi) secara rutin. Ini bagian dari upaya kami mendukung kesehatan masyarakat sejak usia dini hingga lansia,” ujar Ishan, Rabu (28/5/2025).
Tak hanya memberi pelayanan dasar, Posyandu Muara Siran kini tengah bersiap mengikuti penilaian tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Persiapan itu tak main-main, mulai dari pelayanan hingga administrasi disusun dengan rapi. Para kader bahkan sudah dibekali bimbingan teknis untuk memastikan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.
“Dari sisi pelayanan dan administrasi sudah kami siapkan. Kader-kader Posyandu kami juga telah dibekali dengan bimbingan teknis sebelumnya,” tambah Ishan.
Dukungan nyata datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menjelaskan bahwa Posyandu kini dituntut menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Standar itu mencakup kelembagaan, administrasi, hingga pelayanan terpadu yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Elvandar menyebut, transformasi ini memang penuh tantangan, karena belum semua desa berhasil memenuhi keenam standar. Namun dengan pendampingan yang terus dilakukan, ia optimistis Posyandu akan semakin kuat.
“Tim Pembina ini dulu dikenal dengan nama Pokjanal, sekarang fungsinya diperkuat untuk mendampingi transformasi Posyandu agar berfungsi optimal,” jelasnya.
Lebih jauh, DPMD Kukar menekankan pentingnya legalitas lembaga dan pembentukan struktur kelembagaan yang sesuai aturan.
Dengan cara itu, Posyandu bukan hanya tempat pelayanan dasar, tetapi juga pilar penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat desa yang berkelanjutan.
Melalui semangat bersama, Pemkab Kukar berharap Posyandu dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia.
Kehadiran Posyandu yang makin tertata menjadi bukti nyata bahwa desa mampu menjadi garda depan dalam memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan masyarakat. (Adv/kh)


