DUTANARASI.COM – Di sebuah sudut Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, geliat kebersamaan warga tampak begitu nyata.
Posyandu Bougenville I, yang melibatkan warga RT 24, 4, 6, dan 7, kini tengah bersiap mengikuti penilaian posyandu tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025.
Semangat kader dan dukungan penuh masyarakat membuat posyandu ini percaya diri untuk tampil sebagai salah satu yang terbaik.
Siti Aminah, salah satu kader Posyandu Bougenville I, menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat di tempatnya begitu tinggi.
Kehadiran warga dalam setiap kegiatan mencapai angka sempurna, 100 persen. Bahkan, untuk memastikan layanan menjangkau semua kalangan, kader rutin melakukan kunjungan rumah.
“Kami di Bougenville I sudah siap mengikuti penilaian karena capaian hadirnya sudah 100 persen. Bahkan, kunjungan rumah pun rutin kami lakukan dengan dukungan penuh dari RT,” ujarnya, Kamis (29/05/2025).
Kebersamaan warga menjadi kekuatan tersendiri. Tidak jarang ibu-ibu RT ikut turun tangan, mengantar para lansia agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di posyandu.
Menurut Aminah, hal ini menjadi nilai tambah yang jarang ditemui di tempat lain.
Dalam penilaian mendatang, Posyandu Bougenville I akan menonjolkan tiga keunggulan utama.
Pertama, pemberian doorprize setiap enam bulan sekali sebagai bentuk motivasi. Kedua, capaian kehadiran masyarakat yang sempurna. Ketiga, keberadaan Bina Keluarga Balita (BKB) yang aktif memantau tumbuh kembang anak setiap bulan, lengkap dengan pencatatan perkembangan motorik dan sensorik.
“Pemantauan ini sangat penting. Misalnya, anak usia satu bulan sudah bisa tersenyum, dua bulan bisa melirik. Semua itu kami catat dan laporkan. Di tempat lain belum tentu ada yang seaktif ini,” jelasnya.
Selain itu, penyuluhan berkelanjutan tentang pola hidup sehat juga menjadi perhatian.
Aminah mencontohkan penyuluhan soal pola tidur anak yang berpengaruh pada tumbuh kembang.
Ia berharap, ke depan, ada penghargaan yang sepadan bagi kader-kader berprestasi, meski pembangunan fisik posyandu masih terkendala lahan dan minimnya dukungan pihak luar.
Dukungan terhadap gerakan kader ini datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa lomba posyandu bukan semata mencari juara, melainkan sarana evaluasi.
“Tujuan lomba posyandu ini bukan sekadar mencari juara, tetapi untuk mengukur pelaksanaan program posyandu di masing-masing wilayah. Yang masih kurang akan kami bina, sementara yang bagus akan kami apresiasi,” terangnya.
Saat ini, Kukar memiliki sekitar 819 posyandu aktif. Arianto menyebutkan, ke depan Pemkab Kukar menargetkan mengirim perwakilan hingga tingkat provinsi.
Namun, implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang posyandu berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih menunggu penyusunan Peraturan Bupati.
DPMD Kukar juga memastikan pembinaan tetap berjalan. Dari lima kader setiap posyandu, tiga sudah terlatih, sementara dua lainnya masih menunggu pelatihan karena keterbatasan anggaran.
Fokus pelatihan saat ini tertuju pada pelayanan balita dan ibu hamil. Arianto menegaskan, sinergi lintas sektor akan menjadi kunci sukses.
“Kami ingin memastikan semua berjalan sinergis, dan kader seperti di Bougenville I bisa menjadi teladan,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong warga dan dukungan DPMD Kukar, Posyandu Bougenville I tidak hanya siap mengikuti lomba, tetapi juga siap menjadi contoh nyata pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar di desa. (Adv/kh)


