Kegiatan Posyandu Mawar Desa Tani Bhakti. (Istimewa)
DUTANARASI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) terus menunjukkan kepedulian terhadap penguatan pelayanan dasar masyarakat desa. Salah satu langkah nyata yang kini dijalankan adalah memperkuat peran posyandu agar tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga pusat pengumpulan data sosial yang bermanfaat bagi kebijakan pembangunan daerah.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa posyandu merupakan bagian penting dari sistem pembangunan nasional, terutama dalam mendukung program penanganan stunting, peningkatan gizi, dan kesejahteraan keluarga.
“Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target-target pembangunan nasional. Saya yakin peran ini akan terus mendapat perhatian besar dari pemerintah di semua level,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Untuk memperkuat peran itu, DPMD Kukar menggandeng berbagai elemen desa seperti PKK, RT, dan lembaga desa lainnya guna menciptakan basis data yang lebih lengkap dan terintegrasi.
“Dengan data yang detail, kita bisa mengetahui kondisi pendidikan, kesehatan, hingga masalah sosial masyarakat Kutai Kartanegara secara lebih akurat. Dari situ, kebijakan yang dibuat bisa lebih tepat sasaran,” terang Arianto.
Menurutnya, kebijakan yang baik harus berangkat dari data yang valid. Karena itu, sinergi antar-lembaga di tingkat desa menjadi hal penting agar seluruh program pembangunan berjalan efektif dan efisien. Ia pun mengingatkan bahwa data posyandu dapat menjadi landasan penting dalam penentuan arah kebijakan sosial di Kukar.
Di sisi lain, Arianto menyinggung tantangan fiskal yang mungkin dihadapi pemerintah daerah akibat menurunnya dana transfer dari pusat. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh melemahkan semangat aparatur desa dan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan.
“Tahun depan kita mungkin menghadapi situasi anggaran yang cukup berat akibat kebijakan fiskal nasional. Tapi selama niat kita tulus untuk kesejahteraan masyarakat, saya yakin hasilnya akan membawa kebaikan,” katanya.
Arianto berharap, sinergi lintas sektor dan penguatan peran posyandu dapat menjadi solusi konkret bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
“Ketika masyarakat bisa hidup sejahtera dan bahagia, itu artinya tujuan pembangunan desa telah tercapai,” tutupnya. (Adv/kh)


