Fasilitas Air Bersih Desa Batuah. (Istimewa)
DUTANARASI.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyediakan air bersih bagi masyarakat desa kini semakin terasa dampaknya. Melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), warga di puluhan desa mulai menikmati kemudahan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Program yang dijalankan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kukar ini menjadi solusi nyata di tengah keterbatasan jaringan PDAM yang belum menjangkau seluruh wilayah perdesaan. Hingga akhir tahun 2025, sekitar 80 persen desa di Kukar telah mendapatkan layanan air bersih.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan bahwa air bersih merupakan hak dasar warga negara yang wajib dipenuhi pemerintah.
“Sesuai amanat undang-undang, air bersih adalah layanan dasar yang wajib dinikmati masyarakat. Tetapi kalau seluruhnya dibangun oleh PDAM, tentu tidak memungkinkan. Karena itu, kita wujudkan program berbasis masyarakat,” ungkapnya, Jumat (31/10/2025).
Saat ini, 60 hingga 65 desa telah memiliki sarana air bersih berupa bak pengolahan dan jaringan distribusi. Sekitar 70 persen di antaranya sudah berfungsi dengan baik, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap perbaikan teknis.
Menurut Arianto, DPMD bersama Bappeda, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta PDAM, terus turun ke lapangan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal. Di sisi lain, pihaknya juga membina masyarakat agar mampu mengelola sistem air bersih secara mandiri.
“Kami tidak hanya membangun infrastrukturnya, tapi juga melakukan edukasi agar masyarakat bisa mengelola dan menjaga sarana air bersih secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Beberapa kendala, seperti miskomunikasi terkait batas pembangunan, kini mulai teratasi lewat sosialisasi intensif.
“Sering kali masyarakat mengira pembangunan sampai ke dalam rumah. Padahal standar kami hanya sampai kran depan rumah, kecuali untuk warga tidak mampu,” katanya.
Keberhasilan di sejumlah desa seperti Sedulang, Menamang Kiri, dan Batuq, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu mempercepat pemerataan layanan dasar.
Arianto optimistis, dengan semangat gotong royong, seluruh desa di Kukar akan segera mendapatkan akses air bersih.
“Kami menargetkan seluruh desa di Kukar bisa mendapatkan akses air bersih yang layak. Program ini juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” tutupnya. (Adv/kh)


