SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmen daerah dalam mendukung setiap upaya peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM di wilayahnya. Bagi Pemkab Kutim, hal tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan sekaligus menyiapkan langkah nyata dalam memanfaatkan instrumen pasar modal dan bursa karbon.
Hal tersebut disampaikan Asisten Ekobang Setkab Kutim, Noviari Noor, selepas mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Coaching Clinic Pasar Modal dan Bursa Karbon bagi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Timur (Kaltim). Noviari melihat peluang tersebut dapat membantu pemerintah daerah.
“Terutama dalam memperkuat pembiayaan pembangunan, mendorong investasi lokal, dan membuka akses permodalan yang lebih inklusif bagi UMKM,” singkatnya.
Rakor yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, tersebut dibuka oleh Asisten II Setprov Kaltim, Ujang Rachmad, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi. Acara tersebut merupakan rangkaian dari Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Kali ini, Kaltim mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.
Dalam sambutannya, Ujang menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah penyamaan persepsi, penguatan sinergi antarperangkat daerah, sekaligus penyusunan langkah strategis dalam mencapai delapan area intervensi Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) yang menjadi indikator utama keberhasilan TPAKD.
“Perangkat daerah diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan ini kepada pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat di wilayah masing-masing. Melalui forum ini, kita harapkan lahir lebih banyak investor ritel, calon emiten lokal yang berani go public, serta UMKM yang mampu memanfaatkan Securities Crowdfunding (SCF) maupun SCF Syariah. Dengan begitu, akses pembiayaan yang inklusif dapat membuka ruang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ujang menekankan bahwa pemahaman tentang pasar modal dan bursa karbon dapat menjadi pintu masuk bagi daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus dikenal sebagai paru-paru dunia, Kaltim memiliki peluang besar dalam pengembangan perdagangan karbon. (ADV)


