KALIORANG – Ratusan warga tumpah ruah di Lapangan Desa Bukit Makmur, dan para pejabat pemerintahan tak ketinggalan ikut larut dalam kemeriahan itu. Pentas seni, bazar makanan, dan kerajinan tersebar di stan-stan yang tersedia, menambah kesan semarak. Peristiwa tersebut menandai bagaimana pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah dirasakan masyarakat.
Kemeriahan tersebut terjadi pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang. Acara yang dipenuhi semangat kekeluargaan ini menampilkan beragam hiburan, termasuk Tari Sajojo dari anak-anak desa dan Tari Tabolabale yang menjadi penutup acara.
Kepada masyarakat yang bergembira tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Salah satunya, Bupati menyebutkan adanya dana sebesar Rp2,2 triliun yang tidak tertransfer pada tahun 2025, yang mengakibatkan beberapa agenda pembangunan tertunda.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan, khususnya di tingkat desa. Program dana RT yang kini meningkat menjadi Rp250 juta, itu adalah langkah konkret untuk mendorong pembangunan dari tingkat paling bawah. Kami minta masyarakat aktif berpartisipasi dan mengawasi jalannya program-program pemerintah,” tegas Ardiansyah.
Senada dengan Bupati, Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Eko Purwanto Lenama, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan berbagai program pemerintah desa, termasuk perbaikan infrastruktur jalan yang masih belum merata. Ia juga menyinggung rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang vital untuk kebersihan desa.
Hal tersebut juga diamini oleh Camat Kaliorang, Rusnomo, yang menyoroti pentingnya fasilitas kebersihan. Rusnomo menyampaikan bahwa rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau TPA sudah ada dalam agenda. Ia berharap dapat segera mewujudkan rencana tersebut, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan dengan persoalan sampah mereka. (ADV/ProkopimKutim/DN)


