DUTANARASI.COM – Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, terus bergerak maju.
Meski masih dalam tahap awal, BUMDes ini telah menghadirkan manfaat nyata bagi warga sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi desa.
Saat ini, BUMDes Bina Sejahtera mengelola dua unit usaha utama. Pertama, jasa angkut sampah rumah tangga di lingkungan desa, yang membantu menjaga kebersihan permukiman. Kedua, pengelolaan pasar desa melalui penyewaan tempat bagi para pedagang serta memastikan lingkungan pasar tetap tertata dan bersih.
Kepala Desa Sumber Sari, Tri Wahyudi, menyampaikan bahwa perjalanan BUMDes ini tidak selalu mulus. Namun, sejumlah pembenahan telah dilakukan agar pengelolaan semakin baik.
“Alhamdulillah, BUMDes-nya sudah jalan. Memang masih ada kendala di manajemen, tapi itu sudah kita benahi. Kemarin juga sudah ada pendampingan dari Dinas PMD, insya Allah ke depannya lebih baik,” ujarnya, Jumat (30/5/2025).
Tri meyakini, meski usaha yang dikelola masih sederhana, langkah ini merupakan pondasi penting bagi kemandirian ekonomi desa.
Ia optimistis, BUMDes Bina Sejahtera akan berkembang menjadi pilar utama dalam menopang Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Untuk sementara kita bergerak di jasa angkut sampah dan pengelolaan pasar. Kalau pengelolaan pasar, kami hanya menyewakan tempat kepada pedagang dan menjaga kebersihannya,” jelasnya.
Tri juga menuturkan, kehadiran pendampingan dari pihak ketiga yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar memberikan banyak manfaat.
“Dulu sempat ada pendampingan selama enam bulan dari pihak ketiga, kalau tidak salah dari IRE. Itu sangat membantu dalam menyusun sistem pengelolaan,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut.
“Harapan saya ke depan, BUMDes bisa lebih maju lagi. Kami butuh dukungan dari dinas, perusahaan, atau stakeholder lain, supaya BUMDes ini bisa menjadi sumber PAD dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, DPMD Kukar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keberadaan BUMDes.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menilai BUMDes adalah instrumen penting dalam menggerakkan roda ekonomi desa.
“BUMDes adalah salah satu instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi desa. Kami dari DPMD selalu siap memberikan pendampingan dan dukungan teknis agar desa mampu mengelola usahanya secara mandiri dan profesional,” ujarnya.
Elvandar menambahkan, sinergi antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan pihak eksternal sangat dibutuhkan agar BUMDes dapat tumbuh menjadi entitas bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami berharap BUMDes Bina Sejahtera bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kukar,” tutupnya.
Langkah kecil namun nyata ini menjadi bukti bagaimana kolaborasi desa dan pemerintah daerah dapat menghadirkan perubahan positif.
BUMDes Bina Sejahtera kini bukan sekadar unit usaha, melainkan simbol kemandirian yang sedang tumbuh demi kesejahteraan masyarakat. (Adv/kh)


